CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

Blog Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Yang Menarik Bagi Guru dan Siswa




Foto: Banner untuk Lomba Blog Pendidikan.

Informasi lomba bisa dilihat di: http://on.fb.me/18iEeiq

Pendidikan merupakan suatu sarana yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan handal, namun hal tersebut akan terealisasi dengan nyata apabila dunia pendidikan, mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu produksi dari manusia yang terdidik, dan pada gilirannya manusia-manusia itu perlu lebih mendalami dan mampu mengambil manfaat dan bukan menjadi korban dari perkembangan ilmu dan teknologi sendiri.
Pembelajaran dewasa ini menghadapi dua tantangan, tantangan yang pertama datang dari adanya perubahan persepsi tentang belajar itu sendiri dan tantangan yang kedua datang dari adanya teknologi informasi dan telekomunikasi yang memperlihatkan perkembangan yang luar biasa. Konstruktivisme pada dasarnya telah menjawab tantangan yang pertama dengan meredefinisi belajar sebagai proses konstruktif di mana informasi diubah menjadi pengetahuan melalui proses interpretasi, korespondensi, representasi, dan elaborasi. Sementara itu, kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi yang begitu pesat yang menawarkan berbagai kemudahan-kemudahan baru dalam pembelajaran memungkinkan terjadinya pergeseran orientasi belajar pada masyarakat. Lebih dari itu, teknologi ini ternyata turut pula memainkan peran penting dalam memperbarui konsepsi pembelajaran yang semula fokus pada pembelajaran sebagai semata-mata suatu penyajian berbagai pengetahuan menjadi pembelajaran sebagai suatu bimbingan agar mampu melakukan eksplorasi sosial-budaya yang kaya akan pengetahuan.
Di tengah dunia yang semakin modern ini pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan pun tidak dielakkan lagi. Dengan adanya teknologi modern, arus informasi semakin tak dapat terbendung lagi. Semua orang diseluruh dunia dapat mengetahui apa yang mereka inginkan melalui internet. Internet dapat menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga siapa pun dapat memanfaatkanya. Pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan telah gencar dilakukan diberbagai negara. Bahkan internet sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan.
Salah satu media yang sangat menarik untuk dimanfaatkan dengan adanya perkembangan informasi dan teknologi adalah media Web Blog atau biasa disebut dengan Blog. Menurut wikipedia.com, Blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Blog sebagai salah satu layanan aplikasi dari internet dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan pebelajar sebagai sumber belajar berbasis E-learning yang tidak terbatas.
Memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran berbasis E-learning pada hakekatnya membuat guru menjadi kreatif. Guru dituntut untuk mampu mengembangkan kreativitasnya agar blog yang dikelolanya menjadi menarik siswa untuk berkomentar, dan membuat siswa menjadi senang membaca. Pengajar dapat meng-upload semua informasi yang berkaitan dengan materi pembelajaran yang diajarkan dengan menambahkan multimedia (gambar, animasi, efek suara dan video) agar menarik dan lebih mudah dipelajari. Cara yang efektif untuk meningkatkan minat belajar para siswanya. Misalnya seorang guru memposting suatu permasalahan atau materi pelajaran yang disusun dalam suatu bahasa yang formal tetapi lebih santai. Para siswanya kemudian bisa blogwalking ke blog tersebut dan kegiatan belajar mengajar pun bisa menjadi lebih menyenangkan. Materi pelajaran yang diposting melalui media blog bisa menjadi sebuah konten hebat yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan.
Bagi siswa, blog dapat mendorong mereka untuk selalu mendokumentasikan apa yang ada di dalam pikiran mereka, termasuk di antaranya adalah pengetahuan, pengalaman, perasaan, pendapat, dan lain-lain, dengan metode yang paling sesuai dengan kepribadian masing-masing, apakah itu lewat tulisan, gambar, suara, atau video. Hal ini, selain berguna sebagai ajang latihan mengungkapkan ide-ide yang terpendam, juga berguna untuk penghematan biaya dalam hal publikasi gagasan karena dengan media blog, sebuah gagasan tidak perlu dimuat dalam ribuan lembar kertas agar dapat terpublikasi secara luas. Setiap buah pikiran yang berhasil mereka dokumentasikan, sebaiknya diberi apresiasi agar mereka juga semakin terpacu untuk mendokumentasikan pengetahuan yang mereka punya. Apresiasi tersebut tidak harus berupa materi, tapi bisa juga berupa tanggapan, pengakuan, pujian, dan bahkan kritikan atas apa yang mereka berhasil dokumentasikan. Blog dapat menggantikan kelas-kelas diskusi yang selama ini selalu terbatas pada waktu dan sebuah ruangan fisik, sehingga proses pembelajaran pun dapat diselenggarakan dengan lebih fleksibel.
Karena banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan Blog sebagai media berbasis E-learning bagi guru dan siswa, tentunya para guru dapat mencoba menerapkan media tersebut. Karena memiliki blog artinya memilki rumah maya. Dirumah tersebut kita bisa isi dengan apapun yang bermanfaat untuk orang lain, khususnya untuk menunjang tugas guru dalam mencerdaskan generasi bangsa. Saatnya guru dan siswa nge-Blog.



Sabtu, 05 Oktober 2013

Akrab dengan siswa??boleh nggak yah...

me n my student


Assalamu'alaikum sobat pengajar muda...

Wahh..lama ne gak curhat di my lovely blog..krn alasan klise sibuk dg pekerjaan..hehe

Alhamdulilla akhirnya di weekend kali bisa coret-coret lagi di blog tersayang..hehe

Okee sobat pengajar muda lagsung saja tema kali ini kita akan berdiskusi mengenai Boleh nggak sih kita akrab dengan siswa kita?

Apakah kedekatan anda kepada siswa-siswa anda akan mengurangi WIBAWA anda sebagai guru???

Setujukah anda dengan pernyataan di atas.

Hemm,,,kalo saya justru memilih akrab dengan siswa saya..

Karena menurut saya, dengan masuk di dunia siswa kita sebagai pendidik akan mengetahui segala hal tentang siswa kita.
Mengetahui segala sesuatu yang disukai siswa dan yang tidak disukai siswa.
Mengetahui perkembangan jiwa dan emosi siswa.
Mengetahui keadaan keluarga siswa.
Mengetahui permasalahan siswa kita.

Kedekatan atau keakraban dengan siswa bisa menjadi pengukur seberapa ampuh dan efektif pendidikan yang sudah kita laksanakan. Keakraban juga sebagai cara yang menyenangkan untuk menemukan metode, teknik dan cara mengajar yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan siswa kita. Keakraban bisa membuat siswa belajar tanpa rasa takut dan menyenangkan.


Sebagai orang tua kedua di sekolah tentunya kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai ayah dan ibu yang setia mendengar celotehan siswa. Di sela-sela jam istirahat berlangsung bolehlah kiranya kita meluangkan waktu sejenak ditengah-tengah siswa kita untuk mengamati dari dekat segala tingkah laku siswa kita, mengajak siswa berdialog dengan santai. Saya yakin dengan kegiatan berdialog santai berkaitan dengan kesulitan belajar siswa, kita bisa mengetahui penyebab serta mendapatkan jalan keluar untuk setiap permasalahan siswa.

Saya sering menyempatkan waktu untuk berada di tengah-tengah siswa yang sedang asyik mengobrol dan bercanda. Kadang ketika saya asyik mendengarkan obrolan siswa, mereka sering membicarakan mengenai guru yang mereka sukai dan tidak. Mendengarkan alasan mengapa mereka menyukai dan tidak menyukai. Hal tersebut bisa menjadi masukan bagi saya untuk menjadi guru yang lebih baik lagi, dan inspiratif bagi siswa-siswi saya.

Saya pernah membaca kata-kata di bawah ini..

Bahwa " Wibawa dibangun dengan Keteladan dan Ketegasan. Wibawadibangun dengan tidak mudah menyalahkan. Wibawa dibangun dengan kematangan jiwa saat masalah melanda. Wibawa akan hadir dengan sendirinya saat semua bisa kita ayomi.

Sobat pengajar muda, jika kita ingin tahu seberapa Wibawa kita, kita bisa tahu dari seberapa efektif nasihat kita diterima siswa kita, dan seberapa baik siswa kita mengenang kita.


Melihat senyum siswa-siswi saya adalah hal yang terindah bagi saya..



Salam

@yennyarti




 




Jumat, 30 Agustus 2013

EDS untuk Siswa di Verval Padamu Negeri


FORM EDS SISWA

Sobat Pengajarmuda setelah beberapa hari yang lalu kita para admin sekolah berkutat dengan verval PTK kali ini kita memasuki verval siswa.

Sama seperti pada tahapan verval PTK, pada tahapan verval siswa juga ada angket EDS yang harus diisi 30 dari siswa kita. 

Mungkin masih banyak Bapak/Ibu guru yang belum mempunyai angket EDS siswa.
BERIKUT INI DAFTAR PERTANYAAN DI ANGKET EDS SISWA


STANDART PROSES
1 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.5 Kesulitan kamu dalam mengerjakan soal ujian akhir adalah
 materi soal tidak dipelajari di sekolah
 soal terlalu sulit
 tidak mengetahui kisi-kisi soal
 kurangnya buku sumber untuk belajar
 kurang memahami materi pelajaran yang diajarkan di sekolah
 kurangnya latihan penyelesaian soal
 tidak ada jawaban yang sesuai


STANDART PROSES
2 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.6 Kesulitan kamu dalam menguasai pelajaran di sekolah adalah :
 materi pelajaran terlalu sulit untuk dipahami
 materi pelajaran terlalu banyak
 dasar pengetahuan yang diperoleh sebelumnya kurang mendukung
 guru tidak menjelaskan materi yang sulit secara rinci
 penjelasan guru sukar dipahami
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
3 dari 18
S.3.7 Jumlah percobaan/eksplorasi yang kamu lakukan di sekolah selama satu semester adalah
 tidak ada
 satu sampai tiga percobaan
 empat sampai tujuh percobaan
 lebih dari tujuh percobaan

STANDAR PROSES
4 dari 18
S.3.8 Jumlah karya (selain karya tulis) yang kamu buat atas petunjuk guru selama satu semester adalah
 tidak ada
 satu sampai tiga percobaan
 empat sampai tujuh percobaan
 lebih dari tujuh percobaan

STANDAR PROSES
5 dari 18
S.3.9 Jumlah buku yang kamu baca dan dibuat intisari atau penyajiannya atas petunjuk guru selama satu semester adalah
 tidak ada
 satu sampai tiga percobaan
 empat sampai tujuh percobaan
 lebih dari tujuh percobaan

STANDAR PROSES
6 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.11 Kegiatan belajar yang kamu lakukan di sekolah pada umumnya mencakup hal-hal sebagai berikut :
 Penguasaan informasi (pesan) yang ada pada buku teks dan bahan ajar lainnya
 Pengolahan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber
 Pengolahan informasi dan penyampaiannya menggunakan tulisan, gambar, dan grafik.
 Bersosialisasi dengan masyarakat dalam kegiatan tertentu
 Magang atau terlibat aktif dalam kegiatan pada sebuah kantor atau tempat kerja
 Mempelajari teknik dan taktik olah raga serta mempraktekkannya
 Praktek di bengkel atau laboratorium
 Mempelajari teori dan teknik, serta mempraktekkan kesenian tertentu
 Mempelajari tatacara beribadah dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
7 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.12 Kegiatan belajar mengajar yang telah dilakukan oleh guru di sekolah kamu adalah :
 Menyampaikan pelajaran tidak hanya ceramah, namun diselingi aktivitas lain yang tidak membosankan
 membimbing siswa dalam belajar, tidak hanya memberikan tugas
 memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya
 penjelasan guru padat dan ringkas, serta mudah dipahami
 memperhatikan siswa ketika mengajar
 melibatkan siswa dalam menggunakan media dan fasilitas belajar
 teori diikuti dengan pelaksanaan praktek
 bersikap adil dalam melakukan penilaian
 melakukan penilaian sesuai dengan materi yang diajarkan
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
8 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.14 Kebiasaan baik yang ada di sekolah dan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku siswa adalah:
 Memberi salam ketika bertemu guru
 Berdoa sebelum mulai belajar
 Antrian dalam melakukan kegiatan tertentu
 Membersihkan ruang kelas secara bergantian (sesuai jadwal)
 Bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah
 Berpartipasi dalam penanggulangan masalah yang terjadi di masyarakat
 Berpartisipasi dalam kehidupan bersosial (menjenguk teman/guru yang sakit, melayat teman atau keluarga yang meninggal)
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
9 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.16 Proses belajar yang kamu alami di sekolah terkait dengan keterampilan berkomunikasi (membaca, menyimak, menulis, dan berbicara) adalah :
 Membuat karya tulis dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber
 Melaporkan hasil telaah buku secara tulisan dan lisan
 Membuat laporan kegiatan hasil projek, eksperimen atau penelitian
 Membuat dokumen perencanaan dan pelaporan hasil kegiatan
 Berdiskusi dan mengajukan ide dalam belajar berkelompok
 Memaparkan hasil pemantauan, jajak pendapat, dan/atau wawancara secara lisan dan tulisan
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
10 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.21 Kegiatan belajar di sekolah yang kamu ikuti pada umumnya mencakup aktivitas guru dalam :
 menyampaikan tujuan belajar
 menjelaskan manfaat pelajaran dan kaitannya dengan pelajaran yang lain
 mengecek pemahaman kamu terkait dengan pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya
 memaparkan kemajuan belajar siswa secara umum berdasarkan hasil ulangan
 menarik perhatian kamu dengan memperlihatkan sesuatu, bercerita, atau hal lainnya
 memberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan jawaban yang sesuai
 menugaskan untuk melakukan penyelidikan (ekplorasi) tentang suatu permasalahan
 mengecek pemahaman siswa terkait materi yang diajarkan
 menugaskan untuk melakukan latihan pemantapan materi
 memberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil kerja
 melibatkan kamu dalam membuat rangkuman pelajaran
 memberikan tugas untuk mempelajari materi pada pertemuan selanjutnya
 memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil belajar
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
11 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.22 Tugas yang diberikan oleh guru dalam belajar mencakup aktivitas :
 Mengerjakan soal-soal pada buku lembar kerja siswa
 Menyalin informasi dari buku teks atau catatan guru di papan tulis
 Membaca atau menelaah buku dan menyampaikan rangkumannya secara tertulis atau lisan
 Membuat karya tulis dengan sumber informasi dari buku, internet, dan/atau majalah/koran
 Melakukan pengamatan dan melaporkan hasil percobaan dalam pembelajaran IPA
 Melakukan pengamatan dan mengenali permasalahan sosial masyarakat sekitar
 Membuat karya secara mandiri atau berkelompok dan menyampaikan informasi tentang hasil karya di kelas
 Mengumpulkan data dari nara sumber melalui wawancara, angket, atau teknik lainnya dan hasilnya didiskusikan di kelas
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
12 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.23 Nasehat dan aturan yang sering diberikan guru dalam belajar adalah:
 tekun belajar untuk menguasai ilmu yang berguna bagi kehidupan
 berlaku jujur dalam melaporkan hasil pengamatan
 mengerjakan tugas secara sungguh-sunggguh dan tidak menyalin hasil kerja teman
 bertanggungjawab dalam bertindak, terutama jika melakukan kesalahan
 menghormati orang tua, guru dan orang lain
 bersikap sportif dan mematuhi tatatertib sekolah
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
13 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.24 Hal yang kamu sukai dari guru ketika mengajar adalah
 berbicara santun, lugas, dan mudah dimengerti
 suara dapat didengar dengan jelas ketika mengajar
 menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan peserta didik
 memberikan balikan atas kelemahan kamu dalam belajar
 mendorong dan menghargai peserta didik dalam bertanya dan mengeluarkan pendapat
 berpenampilan rapi dan menyenangkan
 mampu memberikan inspirasi
 tidak ada jawaban yang sesuai




STANDAR PROSES
14 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.25 Fasilitas yang pernah kamu gunakan dalam belajar adalah :
 Lapangan dan perangkat olahraga di sekolah
 Peralatan bengkel atau laboratorium yang tersedia di sekolah
 Peralatan bengkel atau laboratorium yang ada di luar sekolah
 Peralatan seni yang tersedia di sekolah
 Fasilitas komputer dan/atau media belajar yang tersedia di sekolah
 Buku, CD/DVD, kaset, dan bahan lainnya yang tersedia di perpustakaan sekolah
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR PROSES
15 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.3.26 Teknologi informasi dan komunikasi yang dimanfaatkan oleh guru sebagai sumber /media belajar :
 Internet
 Radio
 Televisi
 Komputer
 tidak ada jawaban yang sesuai
STANDAR PENILAIAN
16 dari 18
S.4.5 Penyampaian prosedur dan kriteria penilaian dari guru kepada siswa:
 Dilaksanakan pada awal semester
 Dilaksanakan pada tengah semester
 Dilaksanakan pada akhir semester
 Tidak disampaikan

STANDAR PTK
17 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.5.9 Hal yang dapat kamu jadikan teladan dalam sikap dan perilaku guru pada umumnya adalah:
 Selalu hadir dalam mengajar
 Menepati janji dan sportif dalam bertindak
 Berani dan tegas dalam mempertahankan kebenaran
 Bertanggung jawab dalam mengasuh kegiatan siswa
 Memperhatikan dan membantu siswa yang menghadapi permasalahan belajar
 Bersikap adil dalam memberikan penilaian
 Menerima saran/kritik yang membangun dari peserta didik atau guru lain
 Menghargai peserta didik dan menjalin komunikasi yang baik dengan semua orang
 tidak ada jawaban yang sesuai

STANDAR SARANA DAN PRASARANA
18 dari 18
Pada soal ini diperbolehkan menjawab lebih dari 1 (satu) jawaban.
S.7.21 Kondisi kamar kecil (toilet/jamban) yang dimiliki sekolah:
 Sirkulasi udara baik
 Ruangan bersih
 Ketersediaan air cukup
 Pencahayaan cukup
 tidak ada jawaban yang sesuai


salam

@yennyarti

#Semoga bermanfaat & menginspirasi

Selasa, 27 Agustus 2013

Kado Cantik di Hari nan Fitri dari My Lovely Students

Kado Cantik di Hari Nan Fitri dari Murid2 tersayang



Tak terasa sekitar 2 minggu yang lalu, kita sebagai umat muslim telah memperingati dan merayakan hari kemenangan, hari nan fitri dan hari yang sangat dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia yaitu hari raya idul fitri 1434H.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, buat sobat blogpengajarmuda saya mengucapkan:

Allahu Akbar..!
Ied al-fitri is approaching.
Let’s embrace it with pure heart.
From the bottom of my heart,
I would like to ask an apology
Minal Aidzin Wal Faidzin.

When its black turn white,
when its dark turn light,
when a mistaken,
turn forgiveness,
Happy Idul Fitri.

Sebuah momen yang tak terlupakan di hari itu adalah saya mendapatkan kado unik nan cantik dari murid2ku tersayang. Yahh..mungkin sederhana tapi sangat istimewa bagi saya. Sampai terharu baca tulisan sederhana di kartu ucapan yang dibuat sendiri oleh murid2 saya. Mereka memang pribadi yang lucu dan menggemaskan..



 terima kasih nak..you are my inspiration...^_^

Special gift from my lovely students





Salam

@yennyarti

Semoga menginspirasi..





Jumat, 24 Mei 2013

Ekstrakurikuler Gubuk Permainan Tradisional Cara Ampuh Meningkatkan Karakter Siswa

Ekstrakurikuler Gubuk Permainan Tradisional Cara Ampuh Meningkatkan Karakter Siswa


Sejenak kembali mengingat masa kecil dulu, ketika saya masih usia bermain. Saat ada waktu luang, saya dan teman-teman bergegas menuju tanah lapang untuk memainkan berbagai macam permainan tradisional. Satu hal yang selalu saya ingat, setiap akan bermain permainan tradisional kami selalu mengawali dengan kalimat HOM PIMPA ALAIHOM GAMBRENG.

Akan tetapi, permainan tradisional tersebut lambat laun mulai punah. Punah karena lahan yang digunakan untuk bermain mulai menyempit. Dan yang pasti, punahnya permainan tradisional disebabkan kalah pamor dengan permainan-permainan modern saat ini alias sepi peminat.
Dunia anak adalah dunia bermain. Sebagai seorang guru, tentunya kita harus mengetahui apa yang disukai siswa. Tidak ada salahnya, seorang guru memberikan wadah dan mengajarkan serta mengajak siswa untuk memainkan permainan tradisional.

Gubuk permainan tradisional merupakan wadah kegiatan ekstrakulrikuler bagi siswa dengan memfokuskan pengembangan karakter siswa. Selain itu, di gubuk ini anak diberi kebebasan untuk bereksplorasi ide dan berkreativitas dengan permainan tradisional. Memodifikasi alat-alat permainan tradisional sesuai dengan kreativitas menjadi salah satu pilihan kegiatan yang dapat mendorong pengembangan nilai rasa ingin tahu dan kreatif. Kegiatan ini di dampingi oleh guru agar proses pengembangan nilai-nilai karakter siswa yang terkandung dalam permainan tradisional dapat berjalan optimal pada diri peserta didik dan nilai tersebut dapat berkembang secara optimal dalam diri peserta didik. Sikap cinta budaya bangsa juga turut dipupuk ketika anak-anak lebih memilih untuk memainkan permainan tradisional daripada permainan modern.

Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dapat dikembangkan dalam permainan tradisional antara lain:
No Nilai Deskripsi
1 Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
2  Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
3 Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
4 Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
5 Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
6 Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
7 Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
8 MenghargaiPrestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
9 Bersahabat/Komunikatif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain
10 Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
11 Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Permainan tradisional memberikan banyak manfaat bagi perkembangan karakter siswa. Beberapa jenis permainan tradisional yang telah dimainkan oleh para siswa yaitu;
1. Permainan Tradisional Dakon.
Saat memainkan dakon anak dilatih bernegoisasi untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu memulai permainan. Kemampuan motoriknya pun terasah tatkala ia memegang biji-bijian untuk dimasukkan pada lubang-lubang papan dakon. Sportifitas dan kejujuran anak pun dilatih pada saat tidak melakukan kecurangan dalam bermain.
Ini adalah foto siswa sedang bermain dakon.

permainan dakon
permainan dakon

2. Permainan Tradisional Ular Naga
Permainan ini dimainkan secara berkelompok dua orang anak menjaga gerbang dan sisanya membentuk barisan seperti ular. Sambil menyanyikan lagu kelompok yang membentuk barisan seperti ular berputar sambil melewati terowongan atau gerbang yang dijaga dua orang tersebut, dan ketika lagunya habis dua penjaga gerbang menangkap salah satu anak untuk dijadikan penjaga berikutnya, dan si anak tersebut memilih untuk ditempatkan di salah satu gerbang dan seterusnya. Berikut lagu ular naga yang dinyanyikan “Ular naga panjangnya bukan kepalang, Menjalar-jalar selalu kian kemari, Umpan yang lezat itulah yang dicari, Ini dianya yang terbelakang” tentu saja lagunya bisa diganti sesuai kesepakatan pemain. Dalam permainan ini siswa dilatih untuk mengembangkan interaksi sosial dengan teman sebayanya.

3. Permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng.
Permainan tradisional dari provinsi  Jawa Tengah ini, ternyata memiliki banyak manfaat diantaranya memberikan pengetahuan dan  melatih skill, salah satunya kerja sama, kepemimpinan, dan mengatur strategi.

Ini adalah foto siswa sedang bermain Cublak-Cublak Suweng.
cublek-cublek suweng
cublek-cublek suweng
4. Permainan Tradisional Kucing-kucingan,
seluruh siswa membuat lingkaran, sambil berdiri merentangkan tangan dan saling bergandengan, kecuali “kucing” berdiri di tengah dengan mata tertutup. Seluruh peserta yang membuat lingkaran terus berputar atau bergerak hingga salah seorang tertangkap. “Kucing” yang berhasil menangkap lawannya harus menerka siapa nama lawannya. Dalam permainan ini sikap demokrasi akan terwujud pada saat pemilihan yang akan menjadi ‘‘kucing’’ dengan suit. Kerja keras siswa yang bertindak sebagai kucing, selain itu, sikap kerjasama juga dikembangkan pada saat pemain mengelabui si ‘‘kucing’’ agar temannya tidak tertangkap.

Ini adalah foto siswa sedang bermain kucing-kucingan
kucing-kucingan
kucing-kucingan

5. Permainan tradisional Kelereng
Ada ‘aturan’ yang harus ditaati selama permainan, aturan tersebut dibuat berdasarkan kesepakatan kelompok yang harus ditaati oleh semua kelompok. Aturan dibuat sendiri untuk ditaati sendiri, tidak seperti pejabat kita yang bikin aturan sendiri tapi dilanggar sendiri. Manakala aturan tersebut dilanggar oleh salah satu anggota kelompok permainan, maka buyarlah permainan tersebut. Pelajaran yang sangat menonjol dalam permainan kelereng tersebut adalah nilai kejujuran, apabila ada salah satu anggota kelompok permainan tersebut tidak jujur maka permainan dipastikan akan berakhir. Ternyata pelajaran kejujuran tidak bisa hanya diteorikan semata di dalam kelas, tapi harus langsung dipraktikkan, seperti dalam permainan kelereng tersebut. Dalam permainan kelereng memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan karakter dan sikap positif dalam segala aktifitasnya terutama sifat kejujuran dan fairness. Kebiasaan bersikap dengan nilai-nilai yang benar merupakan landasan yang kuat dalam menjalin hubungan dengan orang lain di masa yang akan datang.
Ini adalah foto siswa sedang bermain kelereng
permainan kelereng
permainan kelereng

Selain melalui kegiatan ekstrakurikuler, guru juga bisa memanfaatkan waktu istirahat senggang di sekolah menjadi salah satu sarana berkembangnya suatu budaya sekolah. Dalam rangka pengembangan karakter siswa, waktu istirahat di sela-sela jam belajar bisa dijadikan wahana sosialisasi permainan tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa, sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya.

Tentunya, masih banyak permainan tradisional yang bisa diajarkan untuk dimainkan oleh siswa. Kalo bukan kita yang bergerak untuk mengenalkan permainan tradisional yang kaya akan nilai-nilai karakter kepada generasi penerus banga, terus siapa lagi? jangan menunggu sampai warisan budaya kita yang sangat berharga ini di klaim oleh Negara lain.
SALAM

Jumat, 10 Mei 2013

POLA-POLA BELAJAR SISWA


POLA-POLA BELAJAR SISWA

Oleh: Yenny Eka Herlin Budhiarti.M

     Dalam menyusun sebuah strategi pembelajaran tidaklah salah untuk kita menyimak pola – pola belajar yang mungkin terjadi pada siswa. Robert M. Gagne membedakan pola – pola belajar siswa ke dalam delapan tipae, dimana yang satu menjadi prasyarat bagi yang lainnya yang lebih tinggi hirarkienya.  Delapan tipa yang dimaksud adalah :

1.     Signal learning (belajar isyarat)
Ini adalah tipe belajar yang paling sederhana yang menjadi dasar semua tipe belajar. Tipe ini berpedoman pada pemberian isyarat dan respons yang disebabkan oleh isyarat tadi. Contoh, aba aba siap merupakan suatu signal atau isyarat untuk mengambil sikap tertentu.
2.     Stimulus respons learning (belajar stimulus respons)
Belajar tipe ini tidak diperoleh secara tiba – tiba namun diperoleh dari latihan dan pengalamn yang diperkuat secara terus menenus. Respons ini bersifat spesifik tidak umum dan kabur. Respons ini sangat memerlukan penguatan, penguatan ini bisa berupa reward ataupun punishment. Contoh dari tipe belajar ini adalah burung Betet atau Beo dapat mengucapkan salam karena dilatih terus menerus dan diberikan pennguatan.
3.     Chain (rantai atau rangkaian)
Tipe ini belajar menghubungkan satuan ikatan stimulus dan respons. Satu dengan yang lainnya kondisi yang diperlukan bagi berlangsungnya tipe belajar ini adalah secara internal siswa harus sudah harus terkuasai sejumlah satuan pola stimulus dan respons, baik psikomotorik maupun verbal. Selain itu prinsip kesinambungan, pengulangan, reinforcement tetap penting bagi berlangsungnya proses chaning. Contoh dalam bahasa kita contoh chaning seperti ibu bapak, kampong halaman, selamat tinggal, dsb.   
4.     Verbal association)
Tipe ini setaraf dengan tipe belajar sebelumnya, yaitu belajar menghubungkan satuan stimulus dan respons yang satu dan lainnya. Bentuk verbal association yang paling sederhana adalah bila diperligatkan sebuah bentuk geometris dan si anak dapat mengatakan bujur sangkar atau mengatakan itu bola saya. Sebelumnya ia harus sudah dapat membedakan bentuk geometris agar dapat mengenal bentuk bujur sangkar atau mengenal bola saya. Hubungan ini terbentuk unsure unsure dalam urutan tertentu yang satu segera mengikuti yang satu lagi.
5.     Discrimination learning (belajar diskriminasi)
Tipe ini belajar mnembedakan. Dalam tipe ini siswa mengadakan seleksi dan pengujian diantara dua perangsang atau sejumlah stimulus yang diterimanya, kemudian memilih sejumlah pola respons yang dianggap paling sesuai. Kondisi utama untuk berlangsungnya proses belajar ini adalah siswa sudah memiliki kemahiran melakukan chaning dan association serta pengalaman. Contoh anak dapat mengenal berbagai merk mobil beserta namanya walaupun tampaknya mobil itu banyak bersamaan
6.     Concept learning (belajar konsep)
Tipe ini adalah belajar pengertian berdasarkan cirri – ciri dari sekelompok stimulus dan objek – objeknya, ia membentuk suatu pengertian atau konsep, kondisi utama yang diperlukan adalah menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundamental sebelumnya.
7.     Rule learning (belajar aturan)
Belajar membuat generalisasi, hokum, kaidah. Pada tingkat ini siswa belajar mengadakan kombinasi berbagai macam konsep dengan mengoprasikan kaidah – kaidah logika formal sehingga siswa dapat menemukan konklusi tertentu yang mungkin selanjutnya dapat dipandang sebagai “rule”, prinsip, dalil, aturan, hokum, kaidah dsb. Tipe ini banyak diterapkan di Sekolah, karena banyak sekali aturan yang harus diketahui dan dipatuhi oleh siswa.
8.     Problem solving (pemecahan masalah)
Adlah belajar memecahkan masalah. Pada tingkat ini siswa belajar memecahkan masalah, memberikan respons terhadap rangsangan menggambarkan atau membangkitkan situasi problematic, yang mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.

Salam

@yennyarti