CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 18 November 2013

Sudahkah Kita Mengajar dengan Hati?


Oleh: Yenny Eka Herlin Budhiarti.M, S.Pd
Guru SDN Keyongan Kec. Babat Kab. Lamongan

Guru adalah sebuah profesi yang sangat istimewa, karena ucapan dan tindakannya akan sangat menentukan kepribadian anak didiknya. Wawasan dan keahliannya akan membentuk pandangan dan sikap anak didiknya akan kehidupan dan masa depan. Sehingga, tidaklah berlebihan bila ada yang menyebut profesi guru sebagai rahim bagi segala jenis profesi.
Namun sangat disayangkan, masih banyak guru yang tidak menyadari keistimewaan dari profesi yang digelutinya, mereka masih berpikir guru adalah profesi yang kalah hebat dari profesi dokter, arsitek dan lain-lainnya. Sehingga rasa minder, rasa tak percaya diri selalu ada dalam benaknya. Jika rasa bangga tidak ada dalam benak setiap guru, maka akan berdampak kepada kinerja dan keprofesionalismenya. Mereka akan cenderung asal bekerja dan apa adanya tanpa kreativitas, kurang bertanggung jawab dan selalu mengeluh serta menyalahkan siswa. Akhirnya, anak didiklah yang akan menjadi korban.
Rasa bangga sebenarnya akan melahirkan rasa kecintaan terhadap profesi, tanpa rasa cinta terhadap profesi ini maka setiap guru tidak akan bisa bekerja dengan hati. Mengaplikasikan cinta dalam dunia pendidikan, sebenarnya ini bukan merupakan hal yang baru. Akan tetapi, memang masih sangat jarang sekali ditemui seorang guru mengajar anak didiknya murni didasari atas perasaan cinta, walaupun ada jumlahnya relatif sangat minim. Padahal, sangat berpengaruh sekali ketika seorang guru mengajar dengan didasari atas rasa cinta dari hati. Seorang guru yang memiliki rasa kebanggaan akan profesi yang digelutinya, hatinya akan penuh dengan ketulusan dan kesungguhan. Karena, pekerjaan apa pun yang tidak menyertakan hati akan terasa hambar.
Idealnya menjadi guru memang bukan sekadar melakukan pekerjaan biasa, tetapi juga memenuhi panggilan hati dan melakukan perjalanan spiritual. Cita-cita tersebut sesuai dengan undang-undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa, tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Pemandangan seperti kekerasan yang terjadi dalam dunia pendidikan akan berkurang jika banyak guru memahami hakikat pendidikan seperti yang tersirat dalam amanat undang-undang tersebut.
Seorang guru yang memaknai bahwa profesi guru adalah panggilan hati akan memaknai tiap ucapan dan tindakan sebagai bagian perjalanan panjang untuk melayani anak manusia dalam peradaban. Mereka senantiasa dengan tulus ikhlas dan penuh sabar mencurahkan semua tenaga dan dedikasinya dalam membimbing para siswanya untuk menjadi manusia yang cerdas, berkualitas baik pengetahuan dan keterampilan serta berakhlakul karimah. Dengan penuh semangat, mereka akan melahirkan generasi yang cerdas bukan sekedar bisa naik kelas, bukan hanya bisa lulus tapi menjadi pribadi-pribadi yang penuh semangat meraih mimpi-mimpinya.
Semua itu bisa dilakukan sejak saat ini dan dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Utuh dan fleksibel dalam mengemas pembelajaran. Metode-pendekatan dan media yang dipergunakan bervariasi, tidak hanya ceramah/informatif saja, tetapi juga dengan berbagai pendekatan yang menarik, namun tidak lepas dari komponen segi kognitif-afektif dan psikomotorik siswa. Terlibat secara penuh untuk mengamati, menganalisa, memahami gaya belajar dan kemampuan masing-masing siswa sehingga dapat menentukan metode yang tepat dalam pembelajaran. Memotivasi siswa untuk berkeinginan belajar terus-menerus dan memberi peluang untuk belajar sesuai dengan kemampuannya.
Rasa malas bukanlah penghalang bagi guru yang mempunyai tekad untuk menjadi guru yang lebih baik lagi setiap harinya. Kurangnya fasilitas juga tidak menjadi penghalang untuk menjadi kreatif. Semuanya bisa dikalahkan dengan tekat yang kuat, tekad menjadi guru yang tidak berhenti belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri. Masa belajar seorang guru tidak akan pernah habis, sikap seperti itu harus ditopang dengan kerendahan hati agar sikap belajar tanpa henti menjadi kebiasaan atau habitus. Sebuah kebiasaan yang tidak dijadikan tugas atau kewajiban apalagi tuntutan, melainkan merasa bebas dan bahagia dalam melakukannya. Semuanya itu bisa dilakukan apabila kita memberikan hari dan waktu dalam melakukan permenungan atau refleksi sebelum dan sesudah proses mengajar belajar dengan hati. Menjadikan diri sebagai teladan pembelajar dan memiliki hati bagi sang pelajar, sehingga anak terangsang untuk berlomba-lomba dalam belajar.
Totalitas dan keikhlasan guru dalam menunaikan amanah sebagai pendidik merupakan cerminan dari keberpihakannya kepada nilai-nilai kemanusiaan. Karena profesi guru selalu berkaitan erat dengan pergulatan tiada akhir dalam upaya pemberantasan kebodohan dan pembentukan ahlak mulia. Mengasah keterampilan hidup yang merupakan modal dan bekal siswanya di masa depan.
Jangan sekali-kali menjadikan profesi guru sebagai pelarian atau hanya tergiur karena tunjangan semata. Jika anda belum siap menjadi guru yang mendidik dengan hati, lebih baik carilah profesi lain selain guru. Karena saat ini dunia pendidikan benar-benar membutuhkan seseorang yang siap ditempa menjadi guru, didorong oleh panggilan hati dan tidak terpaksa menekuni bidang yang dipilihnya.
Sebagai guru yang mendidik dengan hati setidaknya mampu memberikan jejak-jejak kehidupan bagi siswa dan mampu menginspirasi setiap langkah siswa. Bagi mereka proses keteladanan  atau memberi contoh melalui sikap dan tingkah laku yang baik merupakan strategi yang ampuh dari sekedar mengajar di depan kelas. Belajar menginspirasi agar bisa membawa nafas perubahan bagi siswa untuk menjadi pribadi  yang lebih baik. Tidak hanya cerdas intelektual tapi juga cerdas spiritual. Karena mereka adalah tunas-tunas muda Indonesia penerus bangsa. Tunas-tunas nusantara yang akan tumbuh menghijaukan peradaban dunia. Tunas-tunas nusantara yang mampu berbaur dengan masyarakat dunia dengan tetap menonjolkan karakter bangsa Indonesia. Mareka adalah pelukis wajah-wajah masa depan Indonesia.
Terus semangat guru-guru Indonesia dan seluruh dunia. Ikhlaskan diri untuk mendidik dengan cara yang terbaik. Buat tabungan akhirat kita semakin bertambah dengan mengajar dan mendidik. ketika kita mengajar dengan hati, insya Allah apa yang kita berikan kepada peserta didik dan apa yang kita kerjakan akan terasa nikmat dan tentunya mendatangkan pahala yang berlimpah. Maju terus pendidikan Indonesia.

(Artikel ini dimuat di majalah Media, majalah pengembang pendidikan provinsi Jawa Timur. Edisi : Pebruari 2013)

Minggu, 17 November 2013

Apa saja sih teori belajar itu??

Apa saja sih teori belajar itu?


Sebagai seorang pendidik lebih baik kiranya kita mengenal dan tahu apa saja teori belajar itu..ini saya share beberapa jenis teori belajar yang mungkin bermanfaat:


Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofis mengenai teori-teori belajar, yaitu: teori belajar behaviorisme,  teori belajar kognitivisme, dan  teori belajar konstruktivisme.  Teori belajar behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Dan pandangan konstruktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun atau membangun ide-ide baru atau konsep.

Banyak teori belajar yang digunakan para guru untuk berbagai keperluan belajar dan proses pembelajaran diantaranya:

            1.     Teori belajar Behavioristik
Teori belajar ini pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dalam teori belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah ,tetapi instruksi singkat yang dikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi.

Teori-teori belajar yang termasuk ke dalam kelompok Behaviristik ini di antaranya adalah:
a.      Teori belajar Koneksionisme, dengan tokohnya Edward L. Thorndike (1874-1949).
Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus dan respon sebanyak-banyaknya.

b.     Teori belajar Classical Conditioning, dengan tokohnya Ivan Perovich Pavlov (1849-1936).
Menurut pendapat ini bahwa untuk membentuk tingkah laku tertentu harus dilakukan secara berulang-ulang dengan melakukan pengkondisian. Belajar atau pembentukan prilaku perlu dibantu dengan kondisi tetentu. Pengkondisian itu adalah dengan melakukan semacam pancingan dengan sesuatu yang dapat menumbhkan tingkah laku itu.

c.     Teori belajar Operant Conditioning, dengan tokohnya B.F. Skinner.
Menurut pendapat ini, bahwa untuk membentuk tingkah laku tertentu perlu diurutkan atau dipecah-pecah menjadi bagian-bagian atau komponen tingkah laku yang spesifik. Selanjutnya agar terbentuk pada tingkah laku yang diharapkan, pada setiap tingkah laku yang spesifik yang telah direspon, perlu diberikan hadiah agar tingkah laku itu terus- menerus diulang, serta untuk memotivasi agar berlanjut kepada komponen tingkah laku selanjutnya sampai akhirnya pada pembentukan tingkah laku puncak yang diharapkan.

d.     Teori belajar Systematic Behavior, dengan tokohnya Clark L. Hull (1884-1952).
Menurut Hull mengasumsikan bahwa hasil belajar terhadap bentuk-bentuk prilaku yang sederhana.

e.     Teori belajar Contiguous Conditioning, dengan tokohnya Edwin R. Guthrie (1886-1959).
Menurut teori ini, pertama proses belajar adalah kombinasi stimulus yang diikuti dengan suatu gerakkan, pada saat pengulangan berikutnya cendrung diikuti lagi oleh gerakkan tersebut. Keduapola stimulus mempunyai korelasi atau keterkaitan yang tinggi dengan respon yang ditimbulkannya pertama kali.

            2.      Teori belajar Kognitif
Menurut teori ini, proses belajar akan belajar dengan baik bila materi pelajaran yang beradaptasi (berkesinambungan)secara tepat dan serasi dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. Dalam teori ini ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan lingkungan. Proses pembelajaran ini bejalan tidak sepotong-sepotong atau terpisah-pisah melainkan bersambung-sambung dan menyeluruh.  Teori belajar kognitif ini guru bukanlah sumber belajar utama dan bukan kepatuhan siswa yang dituntut dalam refleksi atas apa yang diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Evaluasi belajar bukan pada hasil tetapi pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasi pengalamanya.

Teori-teori belajar yang termasuk ke dalam kelompok kognitif  ini di antaranya adalah:
a.      Teori Gestalt, dengan tokohnya Kurt Koffka, Wolfgang Kohler dan Max Wetheimer.
Menurut teori ini, belajar adalah proses mengembangkan insight. Insight adalah pemahaman terhadap hubungan antar bagian di dalam suatu situasi permasalahan.

b.     Teori Medan (Field Theory), dengan tokohnya Kurt Lewin.
Menurut teori ini, belajar adalah proses pemecahan masalah.

c.     Teori Organismik, dengan tokohnya Wheeler.

d.     Teori Humanistik, dengan tokohnya Maslow dan Rogers.
Belajar merupakan suatu proses dimana siswa mengembangkan kemampuan pribadi yang khasdalam bereaksi terhadap lingkungan sekitar. Dengan kata lain, siswa tersebut mengembangkan kemampuan terbaik dalam diri pribadinya.

e.      Teori Kontruktivistik.
Belajar menurut teori kontruktivistik bukanlah sekedar menghapfal akan tetapi, proses mengkontruksi pengetahuan melalui pengalaman. Pengetahuan bukanlah hasil “pemberian” dari orang lain seperti guru, akan tetapi hasil dari proses mengkontruksi yang dilakukan setiap individu.


Itulah beberapa teori pembelajaran.

Saling berbagi saling menginspirasi..

Model dan Metode Pembelajaran Terbaru

Assalamu'alaikum sobat pengajar muda...


Agar kita menjadi pengajar yang profesional kuncinya kita harus mengetahui dan memahami model dan metode pembelajaran apa yang akan kita terapkan dalam pembelajaran bersama siswa kita.
Berikut saya share macam model dan metode pembelajaran yang bisa bapak/ibu guru terapkan di kelas.

Pembelajaran adalah satu langkah serta sesuatu sistem jalinan timbal balik pada siswa dan guru yang keduanya sama aktif lakukan aktivitas.
Nah di bawah ini merupakan macam-macam jenis pembelajaran yang terbaru :
1 Jenis Ceramah
Merupakan sesuatu jenis pembelajaran dengan mengemukakan info serta pengetahuan dengan lisan pada sejumlah siswa yang biasanya ikuti dengan pasif. Jenis pembelajaran ini dapat disebutkan sebagai jenis evaluasi yang sangat ekonomis saat menyampaikan info dan sangat efisien didalam menangani kelangkaan literatur.
2. Jenis Diskusi
Jenis pembelajaran diskusi adalah jenis pembelajaran yang amat terkait dengan pemecahan problem. Jenis evaluasi ini kerap dikatakan sebagai diskusi grup serta resitasi/pelafalan bersama.
3 Jenis Demonstrasi
Merupakan jenis pembelajaran dengan langkah memperagakan benda, kejadian, aturan, serta urutan lakukan satu aktivitas, baik dengan segera ataupun melewati pemakaian media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang tengah disajikan.
4. Jenis Ceramah Plus
Jenis pembelajaran ceramah plus merupakan jenis pembelajaran yang memakai lebih dari satu jenis, yaitu jenis ceramah yang digabungkan dengan jenis yang lain.
Ada 3 type jenis pembelajaran ceramah plus, yakni : jenis ceramah plus bertanya jawab serta tugas, jenis ceramah plus diskusi serta tugas, serta jenis ceramah plus demosntrasi dan juga latihan.
5. Jenis Resitasi
Jenis pembelajaran resitasi merupakan satu jenis pembelajaran yang mengharuskan siswa bikin resume dengan kata-kata sendiri.
6. Jenis Eksperimental
Sering juga dikatakan sebagai jenis pembelajaran percobaan. Jenis pembelajaran ini adalah jenis pembelajaran dengan metode pemberian peluang pada beberapa peserta didik perorangan atau grup untuk dilatih melaksanakan satu sistem atau percobaan. Jenis pembelajaran ini memakai alat spesifik serta dikerjakan kian lebih satu kali.
7. Jenis Teileren
Adalah jenis pembelajaran dengan langkah yang memberikan materi dengan bertahap/sebagian-sebagian. contohnya paragraf per paragraf sesudah itu dilanjutkan lagi dengan paragraf yang lain yang sudah pasti terkait dengan masalahnya.
8. Jenis Global ( ganze model )
Adalah satu jenis pembelajaran yang meminta peserta didik membaca total materi kemudian sesudah itu membuat resume atau rangkuman dari apa yang mereka baca.

Paparan hasil diskusi siswa materi Pernapasan Hewan

Paparan hasil diskusi siswa materi Pernapasan Hewan




Assalamu'alaikum sobat pengajar muda..

Sudah lama ya saya tidak menulis di blog ini,,,
karena beberapa minggu ini lagi disibukkan dengan tes CPNS..
Doain ya sobat agar bisa lolos..

Yuppp langsung saja sekarang saya membagi pengalaman bersama siswa saya pada saat pembelajaran IPA di kelas V dengan materi Pernapasan Hewan..

Model pembelajaran yang saya terapakan ketika kegiatan pembelajaran berlangsung adalah menggunakan model pembelajaran jigsaw..
Siswa saya kondisikan menjadi 4 kelompok..
Masing-masing kelompok saya beri tugas untuk mendalami materi mengenai pernapasan pada hewan, ada yang kebagian mendiskusikan mengenai pernapasan serangga, burung, katak dan ikan.

Setelah saya kelompokkan mereka mulai berdiskusi,,
Dan membuat laporan hasil diskusi untuk dipaparkan kepada kelompok yang lain,,

Dan inilah hasil jepretan pembelajaran yang telah saya terapkan..

Terima kasih..

semoga menginspirasi sobat ^_^


Jumat, 11 Oktober 2013

Piramida Ajaib Cerita membuatku mahir bercerita





Pengalaman ketika saya mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD.

Saya sering mendapati siswa yang kesulitan untuk menceritakan kembali isi bacaan yang telah mereka baca. Kesulitan siswa dalam menceritakan kembali tentunya dialami oleh sebagian besar guru. Oleh karena itu perlu kiranya untuk mencari metode dan media yang efektif untuk mengatasi masalah ini.

Setelah berpikir dan searching, mengenai metode dan media apa yang cocok untuk mengatasi permasalahan tersebut, akhirnya didapatkanlah media piramida ajaib cerita.

Piramida ajaib cerita adalah media pembelajaran dari kertas yang dibuat menyerupai piramida. Media ini mudah dibuat,  karena bahan – bahannya mudah didapatkan.

Piramida digunakan dalam proses pembelajaran. Piramida ini mempunyai 3 sisi, masing – masing sisi digunakan untuk menempatkan awal, inti dan akhir cerita. 


Langkah-langkah untuk menggunakan media piramida ajaib cerita adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan buku cerita menarik sesuai dengan tingkatan kelas siswa. Buku cerita ini akan dibaca oleh siswa dan digunakan sebagai media untuk latihan menentukan awal cerita, inti cerita, dan akhir cerita. 
  2. Bagi siswa menjadi beberapa kelompok heterogen.
  3. Bagikan piramida ajaib cerita kepada masing-masing kelompok.
  4. Tugaskan siswa dalam kelompok untuk menentukan alur cerita dari awal hingga akhir cerita dan menentukan poin-poin penting yang akan dituliskan pada piramida cerita.
  5. Bimbinglah masing-masing kelompok untuk menuliskan isi cerita pada ke tiga sisi piramida. Untuk piramida sisi 1 berisi awal cerita, sisi 2 berisi inti cerita dan sisi 3 berisi ahir cerita. Siswa juga memberi ilustrasi gambar pada setiap sisi, karena gambar tersebut memudahkan siswa dalam menceritakan kembali secara lisan tentang cerita yang baru dibacanya.
  6. Siswa menuliskan isi cerita pada ke tiga sisi di piramida.



Melalui piramida ini saya sangat terbantu untuk melakukan penilaian karena disamping bisa menilai produk, saya juga bisa menilai performance. Saya bisa mengetahui perkembangan kemampuan siswa dalam menulis dan bercerita melalui banyaknya piramida yang dibuat oleh siswa. Dengan piramida cerita, siswaku dapat mengidentifikasi bagian – bagian cerita dan menceritakan kembali cerita yang telah dibacanya, baik secara tertulis maupun lisan. 

Rabu, 09 Oktober 2013

Mengajari anak-anak untuk memanfaatkan barang bekas

Recycle and Reuse

from kaleng susu be wadah pensil


Assalamu'alaikum..

Sobat pengajarmuda apa kabar ne...smg senantiasa di anugrahkan kesehatan yang berlimpah..amin

Kali ini gubukpengajarmuda akan membagikan pengalaman bersama murid agar murid terbiasa untuk memanfaatkan barang yang sudah tidak tepakai lagi menjadi barang yang cantik dan berguna..

Yuk simak ya sobat cara membuatnya...

Bahan dan Alat:

1. Kaleng bekas susu
2. Kertas origami
3. Lem
4. Gunting
5. Pisau

Cara membuatnya:
1. Pertama kita cuci bersih kaleng yang akan digunakan
2. kedua keringkan kaleng 
3. Lubangi bagian atas kaleng
4. Beri hiasan kaleng dengan bentuk-bentuk yang lucu menggunakan kertas origami
5. Tempelkan hiasan kertas origami pada permukaan kalen
6. Wadah pensil yang cantik siap untuk digunakan 

Mudah kan sobat ! Let's try with ur student ....

Semoga berhasil


salam

@yennyarti


Sabtu, 05 Oktober 2013

Akrab dengan siswa??boleh nggak yah...

me n my student


Assalamu'alaikum sobat pengajar muda...

Wahh..lama ne gak curhat di my lovely blog..krn alasan klise sibuk dg pekerjaan..hehe

Alhamdulilla akhirnya di weekend kali bisa coret-coret lagi di blog tersayang..hehe

Okee sobat pengajar muda lagsung saja tema kali ini kita akan berdiskusi mengenai Boleh nggak sih kita akrab dengan siswa kita?

Apakah kedekatan anda kepada siswa-siswa anda akan mengurangi WIBAWA anda sebagai guru???

Setujukah anda dengan pernyataan di atas.

Hemm,,,kalo saya justru memilih akrab dengan siswa saya..

Karena menurut saya, dengan masuk di dunia siswa kita sebagai pendidik akan mengetahui segala hal tentang siswa kita.
Mengetahui segala sesuatu yang disukai siswa dan yang tidak disukai siswa.
Mengetahui perkembangan jiwa dan emosi siswa.
Mengetahui keadaan keluarga siswa.
Mengetahui permasalahan siswa kita.

Kedekatan atau keakraban dengan siswa bisa menjadi pengukur seberapa ampuh dan efektif pendidikan yang sudah kita laksanakan. Keakraban juga sebagai cara yang menyenangkan untuk menemukan metode, teknik dan cara mengajar yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan siswa kita. Keakraban bisa membuat siswa belajar tanpa rasa takut dan menyenangkan.


Sebagai orang tua kedua di sekolah tentunya kita harus bisa memposisikan diri kita sebagai ayah dan ibu yang setia mendengar celotehan siswa. Di sela-sela jam istirahat berlangsung bolehlah kiranya kita meluangkan waktu sejenak ditengah-tengah siswa kita untuk mengamati dari dekat segala tingkah laku siswa kita, mengajak siswa berdialog dengan santai. Saya yakin dengan kegiatan berdialog santai berkaitan dengan kesulitan belajar siswa, kita bisa mengetahui penyebab serta mendapatkan jalan keluar untuk setiap permasalahan siswa.

Saya sering menyempatkan waktu untuk berada di tengah-tengah siswa yang sedang asyik mengobrol dan bercanda. Kadang ketika saya asyik mendengarkan obrolan siswa, mereka sering membicarakan mengenai guru yang mereka sukai dan tidak. Mendengarkan alasan mengapa mereka menyukai dan tidak menyukai. Hal tersebut bisa menjadi masukan bagi saya untuk menjadi guru yang lebih baik lagi, dan inspiratif bagi siswa-siswi saya.

Saya pernah membaca kata-kata di bawah ini..

Bahwa " Wibawa dibangun dengan Keteladan dan Ketegasan. Wibawadibangun dengan tidak mudah menyalahkan. Wibawa dibangun dengan kematangan jiwa saat masalah melanda. Wibawa akan hadir dengan sendirinya saat semua bisa kita ayomi.

Sobat pengajar muda, jika kita ingin tahu seberapa Wibawa kita, kita bisa tahu dari seberapa efektif nasihat kita diterima siswa kita, dan seberapa baik siswa kita mengenang kita.


Melihat senyum siswa-siswi saya adalah hal yang terindah bagi saya..



Salam

@yennyarti




 




Senin, 09 September 2013

Take a Picture with my Student



Hai sobat pengajarmuda..

Kali ini saya akan membahas mengenai foto,foto and foto..hehe (gak jelass)

Yahh..setiap orang pasti suka mengabadikan momen berharganya dengan bidikan lensa ..apalagi di era modern ini banyak sekali bermunculan kamera2 yang bagus..Walaupun kamera saya gak sebagus kamera yang ditenteng anak muda zaman sekarang. Tapi saya dah bersyukur banget  memiliki camera digital pocket Sony cyber-shot 14.1 mp. Kamera yang senantiasa menemani aktivitas saya..hehe (soulmate banget yah)


Hemm.. Sepertinya rasanya kurang sekali kalo kita sebagai guru gak punya foto-foto siswa kita. 
Karena menurut saya mengabadikan momen-momen indah bersama murid adalah hal yang istimewaaaa dan luaar biasa...haha lebay


Disela-sela waktu bolehlah kita sebagai pendidik mengambil foto bersama dengan murid kita yang unyu2..hehe

Murid juga senang sekali kug dengan momen ini...

murid yang unyu2


my students in action


senyum mereka adalah inspirasiku